Oleh: maskub | 5 Juni 2010

tongkat ku yang rapuh

mungkin  menyesal sebagai seorang

didalam berjuang yang kini padam

padam karna kurang semangat

padam  karna tersiram

dia sosok yang membuat bara di jiwa

penuh teladan

jujur polos yang saya sukai

“di setiap waktu walaupun dipaksa biasakan untuk jujur dan tanggung jawab”

pesan sampai sekarang yang aku ingat dan saya pahat dalam hati dan otak

beliau mengiringi kehidupan ku dari masih lemah sampai bisa sedikit mengeluarkan keangkuhan

tetapi dia sangat sabar mendidik dan memberi tata atau anggah ungguh

kini ku bagai mana

karapan beliau belum bisa saya mewujutkan

pantaskah saya

membagakan diri sekarang

harta tak berlaku

jabatan sangat jauh dari impian sekarng

semoga cucu mu yang nakal ini bisa membuant kenangan buar kakek ku tercinta

maaf mbah koong

maaf kan saya

semoga AMAL DAN PAHALA DITERIMA OLEH ALLAH SWT AMIN

MAAF MAAF MAAF MAAF MAAF

MAAF MAAF MAAF MAAF

MAAF MAAF MAAF

MAAF MAAF

MAAF

MA………………….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: